MUBADI SEPULUH
Bersama ini diterakan pelajaran mubadi sepuluh yg baik dibaca oleh penuntut ilmu tauhid sebelum meningkatkan pelajaran tauhidnya melalui ilmu sifat dua puluh yg secara ringkas dijelaskan untuk memantapkan kepercayaan terhaadap Zat Allah, SifatNya dan perbuatanNya serta HukumNya sekelian
ISMUHU
Nama2 ilmu ini ialah ilmu usuluddin, ilmu kalam, ilmu tauhid. Ketiganya sama pada tujuan yakni menerangkan pokok pangkal iktiqad dalam islam dan memperkatakan hal-hal keTuhanan “Uluhiah” dan “Rububiyah” serta ketetuan mengesakan Zat Allah, SifatNya, dan AfaalNya.
MASAILUHU
Masalah penting yang dijelaskan ilmu tauhid ini ialah suatu perkara yg wajib,yg mustahil dan yg harus terhadap Allah dan terhadap RasulNya, Demikian juga masalah syirik pada ibadat atau syirik pada perbuatan dan perkataan.
HUKMUHU
Menurut ilmu tauhid ini fardu A’in hukumnya bagi setiap mukallaf laki2 dan perempuan ‘Awwaludin Makrifatullah’ yakni permulaan orang yg beragama islam itu ialah mengenal Allah dan Tuhannya. Bila ia belum mengenal Allah belumlah sah amal ibadahnya dan tertolak segla kebaikannya.
ISTIMDADUHU
Tempat pengambilan ilmu ini adalah Al-Quran dan Al-Hadith dengan akal yg sempurna yg mana ketiganya ini menjadi dalil atas kebenaran ilmu ini. Setiap mukallaf belumlah sempurna tauhidnya jika tidak mengambil dalil dri keduanya bahkan belum juga sempurna tauhidnya jika tidak ia mengenal takluk sifat tersebut.
NISMATUHU
Ilmu ini adalah sebagai pemisah atau penentu bagi amalnya seseorang diterima atau ditolak kebaikannya. Jika ada ilmu ini padanya diterima dan ditimbang dosa pahalanya diakhirat. Jika tidak sia-sialah segala amal baiknya didunia ini adanya Wallahua’lam.
HUDUDUHU
Batas berlajar ilmu tauhid ini ialah laghah. Sampai ia mengerti tentang keesaan Zat Allah, keesaan SifatNya dan AfaalNya. Jika belum ia mengerti wajibiah baginya menuntut batas belajar pada hukum syarak ialah sampai tetap dalam hatinya ‘Aquidu’ Iman’ terhadap Allah dan terhadap RasulNya dengan dalil Aqli dan dalil Naqli
FADHLUHU
Keutamaan ilmu ini dari ilmu2 yang lain ialah ilmu tauhid ini adalah ibarat batang dari sesuatu pohon sedangkan ilmu2 yg lain seperti cabang dan rantingnya. Maka apabila batang pohonnya tidak dimiliki maka tiadalah sah cabang dan ranting dipunyainya.
THAMARUHU
Buah dan faedah mempelajari ilmu Tauhid ini terlepas dari bahaya ‘taqlid’ bahaya sesat dan bahhaya kifur serta terhindar dari murka Allah dan siksa neraka. Faedahnya lagi bagi orang yg bertauhid ini diterima Allah amal ibadahnya, ilmu feqahnya dan ilmu tasawwufnya.
MAUDHU’UHU
Menetapkan pengenalan dalam hati tentang sifat Allah dan Afa’alNya yang Maha Mulia dan Maha Sempurna serta tidak bersekutu atau bersamaan dengan sesuatu apapun. Demikian juga menjauhkan dari hati dan pemikiran kepada hal2 yg tidak layak disifatkan atau dirupakan terhadap Allah ‘Jalla Waa’za dan begitu juga terhadap sekelian RasulNya.
WADHI’UHU
Ulamak2 yg menyusun dan mengatur ilmu Tauhid seperti ini ialah Al-imam Mujtahid Abu Hassan Asy-Syaa’ri dan juga Al-imam Abu Mansor Al-Maturidi. Sebelum mereka berdua ini ilmu Tauhid yg tersusun belumlah ada tetapi sekelian Anbia’ dan Auiia’ mengamalkannya dan mengerjakannya.

Advertisements